Kuala Sine
Language: English, Mandarin, Bahasa Malaysia
Subtitle/Surtitle: English, Bahasa Malaysia
Category: Film
Tags: Free
Duration: 570 minutes without intermission
Seating: Free Seating
Dress Code: Casual
Price
RM0.00
from
RM0.00
All Fees Included
Price
RM0.00
from
RM0.00
All Fees Included
Duration: 570 minutes without intermission
Seating: Free Seating
Dress Code: Casual
The program bridges a nostalgic past and a bold future, inviting reflection on cinematic memories while shaping Malaysia’s next chapter.
Ticketing
Friday
22nd
May 2026
8:00PM (GMT+8)
8:00PM - 10:00PM - Film Screening: Imaginur
Watch at Venue
Saturday
23rd
May 2026
12:00PM (GMT+8)
12:00PM - 1:00PM - Panel: History of Cinema Going
Watch at Venue
2:00PM (GMT+8)
2:00PM - 3:30PM - Panel: The Visual Spell
Watch at Venue
4:00PM (GMT+8)
4:00PM - 6:30PM - Feature Film: Bunohan (2011)
Watch at Venue
About
Kuala Sine
A Cinematic Confluence / Titik Temu Sinematik
Kuala Lumpur is a vibrant confluence where the Gombak and Klang rivers merge, a metaphor for Malaysia's cinematic journey: a powerful alchemy of memory and tomorrow.
Rooted in this idea, Kuala Sine, co-presented by FINAS, brings together the raw energy of independent filmmaking and the landmark achievements of mainstream Malaysian cinema. This programme invites the community to reflect on our shared cinematic past while actively shaping the next chapter of our national story.
Through curated screenings and industry dialogues, the programme explores the evolution of Malaysian identity across two thematic arcs:
Kuala Lumpur merupakan titik pertemuan untuk semua—tatkala Sungai Gombak dan Sungai Klang bertemu, tercipta sebuah metafora bagi perjalanan sinematik tanah air. Di sini, ingatan dan masa depan terjalin dalam satu layar yang sama.
Melalui gagasan ini, Kuala Sine, dipersembahkan bersama FINAS, menghimpunkan semangat berkobar-kobar dunia pembikinan filem mandiri serta penanda aras bagi pencapaian penting dalam sejarah arus perdana sinema tanah air. Aturcara ini menjemput penonton untuk merenung sejarah sinematik kita, pada masa yang sama turut mengarang lembaran baharu dalam kanon sinema negara.
Melalui tayangan berkurasi dan wacana industri, aturcara ini meneroka perkembangan identiti Malaysia melalui dua detik bertema penting:
Week 1: The Gaze Redefined / Minggu 1: Membetulkan Pandangan
A tribute to the grit and vision of female storytellers who have fundamentally transformed the Malaysian lens / Sebuah penghormatan kepada darah, keringat dan air mata para pencerita wanita yang membawa gelombang baharu dalam Sinema Malaysia.
Week 2: Resilient Currents / Minggu 2: Menempuh Arus
An exploration of migration, urban evolution and the construction of “new worlds” through the power of sight and sound. / Satu penerokaan tentang migrasi, evolusi bandar dan pembinaan “dunia baharu” melalui kuasa visual dan bunyi.
Programme Line-up @ REXKL / Senarai Aturcara @ REXKL
Film Screening / Tayangan Filem: Imaginur
Date/Tarikh: 22 May
Time/Masa: 8:00PM - 10:00PM
* * *
Panel: History of Cinema Going + Q&A / Sejarah Menonton Filem di Panggung Wayang + Sesi Soal-Jawab
Date/Tarikh: 23 May
Time/Masa: 12:00PM - 1:00PM
Short description / Penerangan ringkas:
Collaboration with Monash University Malaysia, where both the panelists and moderator are from Monash University Malaysia. / Kerjasama dengan Monash University Malaysia, di mana semua panelis dan moderator adalah dari Monash University Malaysia.
Explore the golden age of KL’s cinemas and the iconic theaters that defined our city. This session dives into the social history and vibrant movie-going traditions that served as the heartbeat of Kuala Lumpur for generations. / Terokai zaman kegemilangan pawagam di Kuala Lumpur dan panggung ikonik yang pernah membentuk wajah bandar ini. Sesi ini akan membawa anda menyelami sejarah sosial serta budaya menonton filem yang hidup dan meriah, yang pernah menjadi nadi hiburan Kuala Lumpur selama beberapa generasi.
* * *
Panel: The Visual Spell + Q&A / Pesona Visual + Sesi Soal-Jawab
Date/Tarikh: 23 May
Time/Masa: 2:00PM - 3:30PM
Short description / Penerangan ringkas:
Directors of Photography are soul translators, turning local landscapes into universal triumphs. This dialogue celebrates the "visual spell" of Malaysian cinema, exploring how DPs bridge innovation with a fearless aesthetic. As AI reshapes our shores, we ask: can an algorithm ever replicate the human eye’s profound empathy? / Pengarah Fotografi ialah penterjemah emosi visual, mereka menukar landskap tempatan menjadi kisah yang boleh dirasai oleh semua. Sesi ini meraikan “magis visual” dalam sinema Malaysia, dan melihat bagaimana DOP menggabungkan inovasi dengan gaya visual yang berani. Dalam era AI yang semakin mempengaruhi dunia kreatif, kita juga akan bertanya: bolehkah algoritma benar-benar meniru empati dan “mata” manusia dalam merakam sesuatu cerita?
This session calls visionaries to reclaim the soul-driven gaze that defines true sight. We further examine World Building. While DPs like Budin capture a location's spirit, creators like Sun-J build universes from zero. This "from-scratch" intentionality ensures every texture is a narrative choice—proving a film’s global "travelability" depends on its strategic, built environment. / Sesi ini mengajak para pengkarya visual untuk kembali kepada cara melihat yang lebih berjiwa, yang menjadi asas kepada sinema sebenar. Kita juga akan menyentuh tentang World Building. Jika DOP seperti Budin merakam “roh” sesuatu lokasi, pencipta seperti Sun-J pula membina dunia dari kosong. Pendekatan “from scratch” ini menjadikan setiap detail sebagai pilihan cerita—dan menunjukkan bagaimana keboleh “travel” sesebuah filem ke peringkat global banyak bergantung pada dunia yang dibina dengan sengaja.
Panelist / Panelis : Sun-J Perumal & Mohd Abudin Abdullah
Moderator: Eddy Tan
* * *
Feature Film / Filem Cetera: Bunohan (2011)
Date/Tarikh: 23 May
Time/Masa: 4:00PM - 6:30PM
Rooted exclusively in Malaysian cinema, the programme traces stories of displacement, heritage, and reinvention - balancing nostalgic memory with bold visions of the future. Weaving between the screenings are discursive panels from directors to designers looking at the intersection of identity and heritage, and the creation of cinematic worlds.
Kuala Sine serves as a space for cultural dialogue and exchange, honouring the voices that define us while celebrating the enduring artistry of Malaysian film.
Dalam mengetengahkan sinema Malaysia sepenuhnya, aturcara berikut menyurih cerita-cerita sekitar peminggiran, warisan dan penciptaan semula, pada masa yang sama mengimbangi ingatan nostalgia dengan wawasan masa depan yang berani. Di sela-sela tayangan, berlangsung juga sesi diskusi bersama pengarah dan pereka yang meninjau persilangan antara identiti dan warisan, serta proses membina dunia sinematik.
Kuala Sine menjadi ruang wacana dan pertukaran budaya, mengangkat suara-suara yang membentuk jati diri kita sambil meraikan kesenian filem Malaysia yang terus bertahan merentas waktu.
Film Curator / Kurator Filem: Elyna Shukri
FINAS: Puan Siti Noraiysha